rakyat bekasi Ngerti'in Bekasi

Kucing-Kucingan Perizinan ala Pengembang Cluster Perumahan Jakasetia

Kamis, 31 Agustus 2017 | 15:21 WIB

RAKYATBEKASI.COM - Pihak pengembang perumahan cluster di Jl. RH. Umar RT.005/18 Kelurahan Jakasetia Kecamatan Bekasi Selatan, kembali berulah seolah-olah menantang Pemerintah Kota Bekasi dengan tidak melengkapi perizinan hingga saat ini.

Dari informasi yang diperoleh di lapangan, bahwa pembangunan perumahan cluster yang kini berjumlah 21 unit tersebut, pengembang baru mengajukan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sebanyak 5 unit.

Pelanggaran terhadap peraturan daerah tersebut diperparah dengan tidak adanya plang IMB di lokasi pembangunan yang diterbitkan oleh BPMPPT Kota Bekasi. Sementara proses pembangunannya sudah berjalan hampir 90 persen.

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dinas PUPR Kota Bekasi, Yudianto mengatakan pihaknya belum mendapat informasi dan berkas pengajuan pembangunan perumahan cluster tersebut.

Karena itu, Yudianto menugaskan pegawainya untuk terjun ke lokasi guna memastikan perizinan yang dimaksud.

“Untuk pelaksanaan pengecekan ke lokasi hari ini, tapi menunggu SP dari pimpinan,” kata Yudianto, Kamis (31/08).

Selain itu, Yudianto juga mengaku pihaknya belum mengetahui nama perusahaan perumahan cluster. Karena belum adanya berkas yang diterima, sehingga pihaknya belum berani untuk mengambil tindakan lebih lanjut.

“Itu dia, saya juga gak tahu. Nanti saya tunggu laporan dari staf yang ke lapangan. Selanjutnya akan dipanggil untuk klarifikasi terhadap perizinan,” tambahnya.

Sementara itu, Yanto salah seorang konsumen yang membeli unit perumahan cluster tersebut mengaku tidak mengerti soal perizinan dan kewajiban pengembang terhadap lingkungan dan penyediaan lahah fasos dan fasum.

Menurut Yanto, ia membeli rumah melalui KPR Bank Tabungan Negara dengan uang muka senilai Rp 150 juta dengan angsuran sebesar Rp 4juta tiap bulannya selama sepuluh tahun.

“Nama perusahaannya saya lupa. Tetapi memang agak sulit untuk bertemu pengembangnya. Waktu penyerahan kunci saja, saya harus menunggu beberapa waktu dan malah diserahkan di luar area perumahan,” ungkap Yanto di tengah kesibukan merenovasi bagian depan halaman rumahnya.

Kendati demikian, Yanto berharap tidak ada persoalan yang terjadi terhadap rumahnya, apalagi sampai disegel oleh Pemerintah Kota Bekasi lantaran belum mengantongi izin.

“Saya gak ngerti apa-apa soal izin. Nanti saya buka berkas dan akan kasih informasi tentang nama perusahaan dan alamat kantornya,” pungkasnya. (lam/tian)


Kategori : Bekasi,
Topik : Bekasi,
Editor : Sulistyo Adhi

twitter

© 2015 Rakyatbekasi.com. All Rights Reserved. | Info Iklan - Redaksi - Tentang rakyatbekasi.com