rakyat bekasi Ngerti'in Bekasi

LSM Kompi: Usut Tuntas Dugaan "Katebelece" Kepala KCD wilayah III pada PPDB Online 2020

Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:41 WIB

RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) provinsi Jawa Barat untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri sudah selesai dilaksanakan. Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Barat, yang berlokasi di Jl. Festive Ave, Ruko Festive Garden Blok AA.16 No. 55-56, Grand Wisata, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi yang dikepalai oleh Casmadi.

Pasca PPDB beredar "katebelece" sakti dari kepada KCD Wilayah III yang berisi;

"Kepada Yth Kepala sekolah SMA di tempat, NB bila memungkinkan untuk diterima, Bekasi, tanggal 2 (dua) bulan 7 (Tujuh) 2020 atas nama KCD III ditandatangani Casmadi,".

Ketua umum LSM Komite Masyarakat Peduli Indonesia (KOMPI) Ergat Bustomy mengecam tindakan Kepala KCD yang mengeluarkan "katebelece" guna kepentingan pribadi untuk mengintervensi kepala sekolah guna memuluskan siswa masuk ke sekolah yang dituju.

"Dengan keluarnya "katebelece" kepala KCD wilayah III atas nama Casmadi ini merupakan tindakan intervensi dari seorang pimpinan di wilayah kepada kepala sekolah guna memuluskan siswa masuk sekolah tanpa melalui seleksi yang jujur, serta bersih dalam PPDB Online Provinsi Jawa Barat," ujar Ergat kepada awak media Rabu (05/08/2020).

PPDB yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat telah tercoreng apa yang telah dilakukan oleh kepala KCD III, dan diduga melanggar UU no 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU no 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, karena telah menyalahgunakan wewenang dan jabatannya.

"Kami menduga ada pelanggaran berat terhadap UU pemberantasan KKN. Dengan mengeluarkan "katebelece" berarti Kepala KCD telah melakukan kejahatan dengan kekuasaan kepada pihak sekolah SMA dan SMK se-Bekasi," ujar Ergat

LSM Kompi juga meminta kepada penegak hukum untuk menyelidiki kasus "katebelece" bertandatangan Kepala KCD III wilayah provinsi Jawa Barat, sehingga dapat mengungkap motif KCD dalam mengeluarkan "katebelece" tersebut.

"Kami meminta kepada penegak hukum untuk segera memeriksa kepada KCD wilayah III (Casmadi) dengan dugaan melanggar UU 20/2001, serta meminta kepada Gubernur Jawa Barat (Ridwan Kamil) untuk segera memecat Kepala KCD jika terbukti mengeluarkan "katebelece"," tutup Ergat. (tian)


Kategori : Bekasi,
Topik : Bekasi, Politik,
Editor : Sulistyo Adhi

© 2018 Rakyatbekasi.com. PT Jurnal Rakyat Media Grup. | Ketentuan Umum - Tentang Kami - Pedoman Media Siber