rakyat bekasi Ngerti'in Bekasi

GmnI Bekasi Tuding Dirut PDAM Tirta Patriot Gagal Paham Soal Meringankan Beban Masyarakat

Jumat, 15 Mei 2020 | 15:24 WIB

RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Wakil Ketua DPC (GMNI) Bekasi Dedi Prabowo menanggapi pernyataan Direktur Utama PDAM Tirta Patriot, Solihat yang mengatakan untuk meringankan beban masyarakat dengan memberikan pelayanan optimal di saat Pandemi Covid 19.

[Lebih Besar Pasak Daripada Tiang, LSM KOMPI Minta Wali Kota Bekasi Bubarkan PDAM Tirta Patriot]

[Setoran PAD Kecil, Solihat Didesak Rampingkan Pegawai PDAM Tirta Patriot yang "Over Load"]

Bowo mengatakan bahwa pandemi Covid 19 yang melanda Indonesia khususnya Kota Bekasi yang menjadi zona merah berimbas pada perekonomian bagi seluruh masyarakat, banyak orang-orang miskin baru akibat wabah covid-19. PDAM Tirta Patriot yang merupakan BUMD Kota Bekasi harusnya ikut ambil peran dalam meringankan beban tersebut.

"Saya rasa Dirut (Solihat) Gagal Paham soal meringankan beban pelanggan yang terkena imbas perekonomian mereka di saat pandemi covid 19, pemerintah pusat dan daerah maupun masyarakat bergotong royong membantu masyarakat yang terkena dampak langsung dengan memberi bantuan sembako atau apapun yang dapat meringankan beban tersebut. Dan yang dimaksud agar dirut PDAM TP punya "sense of crisis" adalah dengan memberikan diskon atau bahkan menggratiskan pembayaran minimal selama 2 bulan, bukan pelayanan optimal karena pelayanan publik sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik, jadi sudah kewajiban dari perusahaan plat merah," ucap bowo kepada awak media Jum'at (15/5/2020).

Bowo lantas memberikan contoh seperti PDAM Sleman yang memiliki pelanggan sebanyak 37.300 sambungan, mampu memberi diskon 50 persen bagi pelanggan selama dua bulan selama pandemi Covid 19 yang terjadi,  peningkatan penggunaan air juga terjadi imbas dari kampanye PHBS yang mengharuskan masyarakat agar rajin cuci tangan.

"Dirut PDAM Sleman aja bisa memberi diskon kepada pelanggan, malah pelanggan disana jauh lebih banyak dari pada PDAM Tirta Patriot, bukan pelayanan optimal yang membuat beban ekonomi pelanggan berkurang tapi pemotongan tarif air atau kalo perlu diberikan gratis kepada pelanggan. (mungkin) Kebijakan ini bisa dijadikan indikator sehatnya Perusahaan tersebut dan saya yakin ada peningkatan penggunaan air imbas dari kampanye PHBS yang mengharuskan masyarakat agar rajin cuci tangan," ujarnya.

Bowo juga mengatakan bahwa sudah selayaknya Direktur Utama PDAM Tirta Patriot harus segera dievaluasi oleh Wali Kota dan DPRD Kota Bekasi, karena kurang kepedulian terhadap pelanggan yang terdampak langsung Corona.

[Solihat Bantah Tambah Pegawai, 2018 Beban Gaji PDAM Tirta Patriot Bengkak Rp536.707.244,-]

[Direktur CBA Desak BPK dan KPK Telusuri Kenaikan Beban Pegawai PDAM Tirta Patriot 2018]

[Humas PDAM Tirta Patriot: Permendagri No 2/2007 Tidak Berlaku, Laporan Ombudsman RI dan Kemendagri Menanti]

"Wali Kota dan DPRD Kota Bekasi harus segera mengevaluasi Dirut PDAM Tirta Patriot, karena saat ini bukan waktunya untuk pamer kinerja, saat ini adalah saat untuk menunjukan kepekaan terhadap dampak covid 19, apalagi pak Wali Kota sedang gencar-gencarnya membantu mengurangi beban rakyat, bukan dengan pelayanan optimal tapi dengan bentuk kepedulian nyata," pungkasnya. (tian)


Kategori : Bekasi, Bisnis ekonomi,
Topik : Bekasi,
Editor : Sulistyo Adhi

© 2018 Rakyatbekasi.com. PT Jurnal Rakyat Media Grup. | Ketentuan Umum - Tentang Kami - Pedoman Media Siber