rakyat bekasi Ngerti'in Bekasi

Majelis Taklim Al Munawwir, Merawat NKRI dari Kota Bekasi

Rabu, 18 Maret 2020 | 15:23 WIB

RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI – Radikalisme merupakan sebuah ajaran atau pemikiran yang fundamental terhadap ketidaksepakatan atas keputusan politik yang ada. Bahkan tidak jarang, gerakan radikalisme atas nama Agama kerap didengar oleh masyarakat.

Sebagai Negara yang berlandaskan Pancasila, Indonesia juga menolak keberadaan kelompok tersebut. Gerakan mereka pun tidak jarang menimbulkan konflik, hingga membahayakan stabilitas dan keamanan Negara.

Menyikapi hal tersebut, Pimpinan Majelis Taklim Al Munawwir, Habib Alwi Bin Muhammad Bin Hud Al-Athos menjelaskan, bahwa radikalisme dalam Islam juga tidak dibenarkan. Islam tidak mengajarkan umat untuk melakukan kekerasan dan pemaksaan terhadap siapapun.

“Dalam Islam tidak ada kecurangan. Islam itu berani, tidak pernah mengumpat. Setiap masalah selalu dihadapi dengan baik. Sebab itu, Islam tidak membenarkan hal-hal seperti itu,” ucapnya, Rabu (18/03/2020).

Dalam pertemuan sinergitas Ulama dan Umaroh, Pendiri Pondok Pesantren Darul Atyam Al Munawwir Bekasi ini mengaku memiliki lebih kurang 300 jamaah yang rutin melakukan pengajian di Majelis Al Munawwir, Perumahan Emerald Spring, Blok C.16 Jalan Underpas, Bekasi Timur.

Majelis yang ia pimpin pun memiliki semangat untuk mensyiarkan Agama Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

“Diawal bulan kita melakukan pengajian setiap hari Rabu malam dan Jadwal Mingguannya setiap Sabtu malam. Pengajian ini rutin kita laksanakan. Alhamdulillah kita juga melakukan kajian-kajian bersama Jama'ah,” ungkap Habib Alwi Bin Muhammad Bin Hud Al-Athos.

Habib Alwi Bin Hud Al Athos juga mengajak masyarakat untuk mengenal pentingnya ukhuwah islamiah (persaudaraan antar sesama muslim) dan ukhuwah wathaniyah (persaudaraan antar sesama warga negara).

Sebagai umat yang berkewarganegaraan Indonesia, menjaga rasa persatuan dan kesatuan merupakan bentuk ajaran dalam Islam.

"Marilah kita sebarkan semangat bersaudara, menjaga ukhuwah islamiah dan wathaniyah. Hari ini Dunia, khususnya Indonesia sedang darurat Corona Virus, mari bersama-sama kita berdoa, menjaga satu sama lain, agar penyebaran virus ini dapat segera selesai,” imbuhnya.

“Bulan suci Ramadhan sebentar lagi juga akan datang, maka sangat perlu kita menjaga kesucian bulan Ramadhan nanti, jangan sampai tercederai dengan perpecahan, tetap ber-Pancasila dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutupnya. (tian)


Kategori : Bekasi,
Topik : Bekasi, Politik,
Editor : Sulistyo Adhi

© 2018 Rakyatbekasi.com. PT Jurnal Rakyat Media Grup. | Ketentuan Umum - Tentang Kami - Pedoman Media Siber