rakyat bekasi Ngerti'in Bekasi

Dituding Tak Manusiawi, Ketua Komisi I Minta Wali Kota Tak Larang Warga Luar Berobat di Kota Bekasi

Jumat, 20 Maret 2020 | 13:36 WIB

RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Kota Bekasi, Abdul Rozak meminta agar Wali Kota Bekasi tidak melarang warga mana pun berobat di Kota Bekasi. Ia menilai, pembatasan tersebut bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

"Berobat adalah rasa kemanusiaan. Jangankan hanya beda kota atau kabupaten, beda suku, agama, ras dan kewarganegaraan pun RS tidak boleh membatasi pasien berobat," tegas Abdul Rozak menanggapi pelarangan warga Kabupaten Bekasi berobat ke Kota Bekasi.

"Saya harap Pak Wali punya jiwa Nasionalisme dan rasa kemanusiaan. Tidak ada warga mana pun yang ingin sakit, tapi jangan larang mereka berobat," tegasnya, Jumat (20/3/2020).

Diakuinya, saat ini Kota Bekasi memang tengah mengalami situasi darurat karena banyak warga yang suspect Covid-19. Namun demikian, alasan tersebut tidak rasional jika membatasi warga Kabupaten Bekasi memeriksa diri atau berobat di wilayah Kota Bekasi.

"Saya tanya, bagaimana jika sebaliknya, ada warga Kota Bekasi yang dilarang berobat ke Jakarta atau daerah lainnya karena RS di Kota Bekasi tidak mampu melayani?. Saya kira pernyataan Pak Wali berlebihan," ketus Politisi Kalimalang yang akrab disapa Bang Jack ini.

Secara historis, sambungnya, Bekasi memiliki sejarah panjang sebelum dimekarkan menjadi dua wilayah administrasi. Sehingga, kata Bang Jack, Wali Kota dapat melihat itu sebagai pertimbangan sebelum mengambil sebuah kebijakan kontroversial.

"Bekasi asal muasalnya sama dan tidak terpisahkan. Jangan karena masalah ini kita menjadi penyelenggara pemerintahan yang kejam dan tidak manusiawi," ujarnya.

Selain itu, Bang Jack juga menyoroti pelarangan Shalat Jumat bagi umat islam di masjid. Menurutnya, jangan hanya masjid yang menjadi sasaran kebijakan, namun juga pusat pelayanan dan pusat keramaian lainnya di lockdown.

"Harusnya juga ditutup Terminal, Stasiun, Mall, Gedung Pertemuan dan sejenisnya. Kantor pun harusnya diminta tutup karena sekolah sudah diliburkan, ini kurang efektif hanya anak-anak saja di rumah sementara orang tuanya kerja keluar rumah," papar Bang Jack.

Kebijakan lockdown sendiri, merupakan langkah preventif yang perlu diapresiasi. Namun pemerintah harus matang dalam menerapkan kebijakan ini.

"Kita harapkan kebijakan lockdown dengan pertimbangan yang matang. Sehingga tidak berefek buruk ke depannya," tandasnya. (tian)


Kategori : Politik,
Topik : Bekasi, Politik,
Editor : Sulistyo Adhi

© 2018 Rakyatbekasi.com. PT Jurnal Rakyat Media Grup. | Ketentuan Umum - Tentang Kami - Pedoman Media Siber