rakyat bekasi Ngerti'in Bekasi

Diduga Tak Lengkapi Amdal, Kadis LH Kota Bekasi Bakal Tinjau Tandon Air Blue Plaza

Senin, 16 Maret 2020 | 17:27 WIB

RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Diduga belum melengkapi perizinan Analisa Dampak Lingkungan (Amdal), Corporate Public Relations Lippo Malls Indonesia, Nidia Niekmasari Ichsan berkilah bahwa pihaknya sudah melengkapi berbagai perizinan yang menjadi syarat dari pembangunan dan operasional Blue Plaza yang berlokasi di Bekasi Timur.

"Kan itu sudah beroperasi, mana mungkin belum mengantongi. Cuma saya baru baca beritanya, nanti saya koordinasi dengan pihak manajemen," ujar Nidia saat dihubungi awak media, Senin (16/03/2020).

Meski begitu, Nidia mengaku bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah Rekomendasi Amdal dimaksud sudah selesai atau belum. Dirinya pun berjanji akan berkoordinasi dengan pihak manajemen Blue Plaza.

"Blue Plaza sudah beroperasi, kalau belum lengkap perizinan akan kita lengkapi, ada keluhan kita perbaiki, karena kita perlu bersama-sama dengan pemerintah daerah, untuk melayani masyarakat Kota Bekasi," kilahnya.

"Saya akan komunikasi dengan manajemen Blue Plaza, apabila ada keluhan dari warga akan kita tindak lanjuti untuk diperbaiki apa yang dikeluhkan," katanya.

Sementara itu, dari pantauan RAKYAT BEKASI, di lingkungan Blue Plaza, tidak ditemukan Tandon Air sebagai resapan apabila terjadi banjir yang merupakan salah satu persyaratan dari Rekomendasi Amdal yang harus dipenuhi. Apalagi, lokasi yang kini berdiri Hotel, Mall, Rumah Sakit dan pusat perniagaan lainnya, dahulunya merupakan lahan resapan air di wilayah Kota Bekasi.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Yayan Yuliana berjanji akan mengkroscek dokumen Amdal Blue Plaza yang berada di wilayah Kelurahan Margahayu Kecamatan Bekasi Timur ini.

Menurut Yayan, pusat bisnis seperti Blue Plaza, sepatutnya sudah mengantongi Amdal. Sebab, sebelum diterbitkannya Izin Mendirikan Bangunan (IMB), maka pihak Blue Plaza diwajibkan menyelesaikan dokumen Amdal sebagai syarat diterbitkannya IMB.

"Kalau masalah Amdal, sepengetahuan saya kalau izin lingkungan, jangankan sebesar mall, bikin rumah yang kecil juga harus ada IMB-nya. Nah, IMB mall itu salah satu syaratnya adalah dokumen Amdal. Tapi terkait Blue Mall akan kita cek, tapi sengetahuan saya pasti ada," kata Yayan saat dikonfirmasi.

Diakui Yayan, salah satu item yang menjadi syarat diterbitkannya Amdal, adalah ketersediaan Tandon Air. Terlebih, cakupan wilayah yang digunakan pihak Lippo Group tersebut mencapai hektaran luasnya.

"Soal tandon air, tertuang dalam rekomendasi Amdal. Jika di dalam site plan dan dokumen Amdal tercantum item tandon air, maka itu kewajiban yang harus dilengkapi. Kalau seandainya tidak, berarti dia salah satu perusahaan yang nakal, karena tidak melaksanakan isi dari dokumen Amdal maupun site plan yang dibuat," tegasnya.

Yayan berjanji, dalam waktu dekat pihaknya akan meninjau kelengkapan dokumen serta keberadaan Tandon Air Blue Plaza.

"Jika belum mengantongi Amdal dan melaksanakan isinya, maka kita ambil tindakan. Apalagi ada keluhan soal banjir dari warga, nanti kita kroscek ke lokasi mengenai tandon airnya juga," pungkasnya. (tian)


Kategori : Bekasi,
Topik : Bekasi, Politik,
Editor : Sulistyo Adhi

© 2018 Rakyatbekasi.com. PT Jurnal Rakyat Media Grup. | Ketentuan Umum - Tentang Kami - Pedoman Media Siber