rakyat bekasi Ngerti'in Bekasi

Gagal Rebut Senjata Api Petugas, Seorang Pengedar Sabu di Bekasi Tewas Ditembak Polisi

Rabu, 05 Pebruari 2020 | 16:17 WIB

RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Polisi menembak mati pengedar narkotika jenis sabu. Pengedar bernama Bona Jansen (BJ) ini, kaki dan badannya ditembak polisi karena melakukan perlawanan saat diminta menunjukkan rumah bandar sabu berinisial AG yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). 

Tindakan tegas terukur tersebut diambil, karena BJ berusaha merebut senjata api milik petugas. BJ sebelumnya sempat dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Namun, nyawanya tak tertolong. Hal itu dikatakan Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes (Pol) Wijonarko, dalam konferensi pers di Mapolres Metro Bekasi Kota, Rabu (05/02/2020). 

Kapolres menerangkan, awalnya Sub Unit 1 Sat Narkoba yang dipimpin Kasat Resnarkoba, AKBP Farlin Lumban Toruan, menangkap BJ pada hari Selasa (04/02/2020) sekitar pukul 01.30 WIB di pinggir Jalan Raya RA Kartini, Kelurahan Margahayu Kecamatan Bekasi Timur Kota Bekasi. 

"Saat itu BJ kedapatan membawa satu bungkus plastik bening berisi sabu seberat 0,3 gram. Sabu disimpan dalam bungkus rokok," kata Kapolres.

Dari penangkapan itu, polisi kemudian melakukan pengembangan. Pada pukul 09.00 WIB, Selasa kemarin, polisi menemukan kembali sejumlah barang bukti di kontrakan BJ yang berlokasi di Jalan Bambu Kuning Selatan Kelurahan Bojongrawalumbu Kecamatan Rawalumbu Kota Bekasi.

Barang bukti tersebut diantaranya; satu plastik bening besar yang dibungkus alumunium berisi sabu seberat 1.000 gram, tiga plastik bening sedang berisi sabu seberat 254 gram. satu timbangan, lima handphone, satu korek api gas dan alat hisap sabu, satu bungkus berisi plastik klip kecil, satu plastik besar bekas bungkus sabu dan satu buah lakban.

Pada pukul 23.45 WIB setelah polisi melakukan interogasi lanjutan, BJ akhirnya mengaku jika barang haram tersebut didapat dari tersangka inisial AG di daerah Cikunir, Kelurahan Jakamulya Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi. 

"Tersangka BJ mengaku sudah empat kali mengedarkan sabu dari AG. Sabu diedarkan di Jakarta dan Bekasi. Pertama menjual 1.000 gram, kedua 1.000 gram, ketiga 2.000 gram, ke-empat 2.000 gram. Sisanya 1.254 gram disimpan di kontrakan BJ," kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes (Pol) Wijonarko.

Oleh petugas, tersangka BJ kemudian dibawa menggunakan mobil untuk menunjukkan lokasi dari tersangka AG. Saat menuju Cikunir, di pinggir Jalan Cikunir Raya samping tol Jakarta-Cikampek, pelaku melakukan perlawanan.

Tindakan tegas diambil, karena BJ berusaha merebut senjata petugas. BJ Kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri. Pada hari Rabu (05/02/2020) sekira pukul 01.00 WIB, BJ dinyatakan telah meninggal dunia oleh tim dokter.

"Tersangka BJ ini sudah dua kali menjadi residivis dalam kasus narkoba. Pertama pada tahun 2014 di Jakarta Barat, dan tahun 2016 di Kota Bekasi," pungkas Kapolres. (tian)


Kategori : Bekasi,
Topik : Bekasi,
Editor : Sulistyo Adhi

© 2018 Rakyatbekasi.com. PT Jurnal Rakyat Media Grup. | Ketentuan Umum - Tentang Kami - Pedoman Media Siber