rakyat bekasi Ngerti'in Bekasi

Usai Pemanggilan Sekda dan Asda III, Komisi I Bakal Panggil Wali Kota Bekasi

Senin, 03 Pebruari 2020 | 14:21 WIB

RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Terkait mutasi pejabat yang dilakukan pasca touring yang dipimpin oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dua pekan lalu, Komisi I DPRD Kota Bekasi meminta penjelasan Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Bekasi, Reny Hendrawaty, Kepala BKPPD Karto dan Asda III Nadih dalam rapat yang digelar di ruang Komisi I DPRD Kota Bekasi, Senin (03/02/2020)

Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi Abdul Rozak menyebut, alasan utama pemanggilan Sekda, berikut Asda III dan BKPPD, menyangkut tidak adanya pemberitahuan dalam rotasi serta mutase jabatan di lingkup Pemerintah Kota Bekasi kepada DPRD, terutama Komisi I yang memiliki domain hukum dan pemerintahan.

"Saya pertanyakan terkait mutasi pasca touring, tapi hanya dibalas senyum oleh Bu Sekda. Sesekali Sekda bicara tidak pernah ada pembahasan dalam touring. Namun demikian, ini bukan rahasia umum, kalau pasca kegiatan tersebut kerap terjadi mutasi," ujar Abdul Rozak kepada Rakyat Bekasi ketika ditemui seusai rapat.

Politisi Partai Demokrat ini pun mengakui dalam rapat tersebut, Komisi I meminta rasionalisasi yang mendasari tidak adanya komunikasi dan pemberitahuan adanya mutasi dan rotasi pejabat kepada pihaknya.

[Ketua Komisi I Pinta Kepala BKPPD Les Privat Terkait Seringnya Mutasi Pejabat Pasca Touring]

Menurut Abdul Rozak, DPRD memiliki kedudukan yang setara dengan kepala daerah sebagaimana dijelaskan dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.

"Secara normatif Sekda dan jajarannya yang hadir mengakui kedudukan DPRD setara dengan dengan kepala daerah. Namun demikian, prakteknya selalu berbeda. Mereka tidak pernah melibatkan atau memberitahukan mengenai adanya mutasi. Dan ini terjadi sejak saya duduk di DPRD Kota Bekasi," bebernya.

Kendati demikian, Abdul Rozak mengaku dirinya mengapresiasi atas kehadiran Sekda dalam memenuhi undangan Komisi I. Dia menerjemahkan, bahwa kehadiran Sekda memiliki orientasi adanya perubahan dalam bangunan komunikasi antara eksekutif dengan legislatif.

"Terkait dengan sinkronisasi hubungan legislatif dan eksekutif, Sekda meminta maaf. Ke depan dia berjanji ada perbaikan. Setidaknya ada pemberitahuan terkait mutasi maupun penyelenggaraan pemerintahan yang lain. Kalau kedepan belum juga ada perbaikan, tidak menutup kemungkinan Wali Kota Bekasi akan kita undang," pungkasnya.

Berdasarkan pantauan Rakyat Bekasi, Kepala BKPPD Kota Bekasi Karto tidak hadir dalam pemanggilan Komisi I DPRD Kota Bekasi kali ini. Sementara itu Sekda Kota Bekasi Reny Hendrawaty dan Asda III Nadih enggan berkomentar dan bergegas menuju kendaraannya untuk menghindari kejaran awak media yang mencoba mengkonfirmasinya. (Tian)


Kategori : Politik,
Topik : Bekasi, Politik,
Editor : Sulistyo Adhi

© 2018 Rakyatbekasi.com. PT Jurnal Rakyat Media Grup. | Ketentuan Umum - Tentang Kami - Pedoman Media Siber