rakyat bekasi Ngerti'in Bekasi

Alamaak, Buat Suket Kematian di Kelurahan Margahayu Dibanderol Rp550 Ribu

Senin, 13 Januari 2020 | 18:11 WIB

RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Kabar duka masih menyelimuti keluarga Hardi (45), warga RT 002/006 Kelurahan Margahayu Kecamatan Bekasi Timur, yang baru saja kehilangan anaknya karena meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di wilayah Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi Desember 2019 lalu.

Atas kejadian malang tersebut, Hardi yang mengurus kelengkapan administrasi berupa Surat Keterangan Kematian di Kelurahan Margahayu, terpaksa merogoh kocek sebesar Rp550 ribu agar pihak kelurahan mengeluarkan surat yang akan dipergunakan untuk mengklaim asuransi Jasa Raharja.

"Karena diminta dan saya butuh untuk klaim asuransi, ya mau gak mau saya bayar," terang Hardi, Senin (13/01/2020).

Hardi mengatakan, salah seorang staf kelurahan yang memintanya untuk membayar biaya tersebut.

"Saya lupa namanya, cuma biaya segitu (yang dikeluarkan)," ungkapnya.

Tindakan pungutan terhadap pembuatan Surat Keterangan Kematian, mendapat kecaman dari Ketua Karang Taruna RW 006 Kelurahan Margahayu, Muhaimin. Menurutnya, keluarga korban laka lantas yang tengah berduka, tidak sepantasnya bila pihak kelurahan menjerat dengan biaya yang tidak ada dalam ketentuan.

"Ini sudah kelewatan dan lurah harus bertanggung jawab atas masalah ini," tegasnya saat dikonfirmasi.

Selain pungutan tersebut, Muhaimin juga membeberkan bahwa di Kelurahan Margahayu juga kerap terjadi pungutan lain. Salah satunya adalah pada saat Karang Taruna melakukan aksi sosial Gerakan Ekonomi Kerakyatan pada akhir Desember 2019 lalu.

Saat itu, Muhaimin menyimpan sebagian perlengkapan kegiatan di kantor kelurahan. Namun Lurah memintanya agar pihaknya mengeluarkan uang dengan dalih untuk para staf.

"Saya juga sempat dimintai uang sama Lurah Margahayu karena menyimpan beberapa logistik sosial di kantor kelurahan. Saya pikir ini keterlaluan, untuk kegiatan sosial saja dimintain, bagaimana dengan yang lainnya. Lurah sudah kehilangan sisi kemanusiaannya," tandas Muhaimin.

Saat dikonfirmasi, Lurah Margahayu, Andi Widyo berdalih bahwa tidak ada pungutan di kantor yang dipimpinnya, apalagi untuk biaya pembuatan suket kematian.

"Pelayanan gratis bang. Makanya Saya tanya itu melalui siapa, nanti saya suruh kembalikan Staf yang menerima," ujarnya berkelit. (tian)


Kategori : Bekasi,
Topik : Bekasi,
Editor : Sulistyo Adhi

© 2018 Rakyatbekasi.com. PT Jurnal Rakyat Media Grup. | Ketentuan Umum - Tentang Kami - Pedoman Media Siber