rakyat bekasi Ngerti'in Bekasi

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kota Bekasi Sesalkan Adanya Tindakan Diskriminatif Terhadap Pemuda Katolik

Jumat, 20 Desember 2019 | 08:27 WIB

RAKYATBEKASI.COM, BEKASI TIMUR - Perjuangan Pemuda Katolik selama tiga bulan dalam memperoleh domisili organisasi, akhirnya mulai menemukan titik terang. Pihak lingkungan (RT dan RW), Lurah Durenjaya serta Camat Bekasi Timur sudah menyepakati untuk memberikan surat yang dibutuhkan Komisariat Pemuda Katolik Kota Bekasi dalam upaya memenuhi kelengkapan administrasi persyaratan pendaftaran organisasi di Kesbangpol Kota Bekasi.

Camat Bekasi Timur, Widy Tiawarman mengklaim permasalahan pengurusan domisili organisasi Pemuda Katolik sudah terselesaikan dengan baik melalui musyawarah yang dipimpin olehnya pada hari Rabu (18/12/2019) lalu, yang dihadiri oleh seluruh pihak baik dari unsur pengurus organisasi Pemuda Katolik maupun pengurus lingkungan (ketua RW, ketua RW, tokoh masyarakat) serta Lurah Durenjaya dan Kasie Kesos Kelurahan Durenjaya.

"Pengurus organisasi Pemuda Katolik yang diwakili oleh saudara Arnoldus telah menjelaskan secara komprehensif terhadap maksud dan tujuannya mengajukan permohonan domisili sekretariat organisasi kepada ketua RW, ketua RT dan tokoh masyarakat. Saudara arnoldus berharap keberadaan sekretariat organisasi Pemuda Katolik dapat diterima oleh masyarakat dan bersinergi dalam membangun lingkungan sekitar," kata Camat kepada RAKYATBEKASI, Kamis (19/12/2019).

Ketua RW, ketua RT dan tokoh masyarakat, kata Camat, telah mendengar dan memahami secara menyeluruh terhadap maksud serta tujuan yang merupakan niat baik Pemuda Katolik dalam berorganisasi baik secara administrasi maupun aspek sosial kemasyarakatannya. 

"Keberadaan sekretariat organisasi Pemuda Katolik juga sudah memahami penjelasan Ketua RW, Ketua RT dan tokoh masyarakat terkait nilai-nilai toleransi dan kearifan lokal yang ada di lingkungan masyarakat RW 01 Kelurahan Duren Jaya," kata Widy menyebut terhambatnya proses pembuatan domisili organisasi karena kesalahpahaman. 

"Kesalahpahaman komunikasi dan persepsi antara organisasi Pemuda Katolik dengan masyarakat sudah tidak ada lagi. Insya Allah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara berdasarkan nilai-nilai luhur pancasila di lingkungan RW 01 Kelurahan Duren Jaya tetap terjalin secara harmonis," kata Camat yang meminta RAKYATBEKASI menjadikan keterangan ini sebagai hak jawab pihaknya.

[Diklaim Basis Massa 212, Pemuda Katolik Ditolak Bikin Domisili Organisasi di Kelurahan Durenjaya]

Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bekasi, Oloan Nababan menyesalkan adanya tindakan diskriminasi yang dilakukan terhadap organisasi Pemuda Katolik dalan menempuh kelengkapan administrasi organisasi di Kota Bekasi.

Menurut Oloan, semua organisasi yang berasaskan Pancasila dan tidak bertentangan dengan aturan perundang-undangan, memiliki hak yang setara dengan organisasi lainnya.

"Kan dijamin oleh Undang-Undang, setiap orang bebas berorganisasi, berkumpul dan berserikat. Sepanjang perkumpulan dan berserikat itu sesuai aturan. Saya kira tidak ada dasar yang melarang itu, apalagi unsur Pemerintahan, itu merupakan salah satu pelanggaran," ujar Oloan.

Dirinya mendesak kepada Pemerintah Kota Bekasi untuk memberikan jaminan dan kesetaraan hak bagi seluruh organisasi kepemudaan yang berlatarbelakang agama, suku maupun ras, sepanjang tidak menyalahi Undang-undang.

"Jangan dipersulit, ini kan organisasi kepemudaan, merupakan suatu organisasi positif yang memberikan ide-ide dan gagasan. Tolong diproses sebagaimana mestinya tanpa ada diskriminasi sepanjang memenuhi syarat yang dibutuhkan," tegasnya.

Mengenai surat pernyataan yang diminta guna memenuhi penerbitan domisili, Oloan menyatakan Pemuda Katolik tidak perlu melakukan hak tersebut. Sebab, tindakan tersebut adalah bentuk diskriminasi yang harus ditentang.

"Itu kan bukan persyaratan umum yang diberlakukan terhadap semua organisasi. Tentu tidak boleh dilakukan," imbuhnya.

Sebagai informasi, surat domisili organisasi Pemuda Katolik hingga Kamis (19/12/2019) malam, masih dalam proses dan belum ditandatangani oleh Camat Bekasi Timur.

"Surat pengantar RT dan RW sudah, domisili dari Kelurahan Durenjaya juga sudah. Suratnya di kantor Kecamatan Bekasi Timur, tadi saya ke sana dan pihak staf mengatakan besok saja balik lagi, karena Pak Camat belum tanda tangan," terang Ketua Komisariat Pemuda Katolik Kota Bekasi, Arnoldus Simbolon. (tian)


Kategori : Bekasi,
Topik : Bekasi, Politik,
Editor : Sulistyo Adhi

© 2018 Rakyatbekasi.com. PT Jurnal Rakyat Media Grup. | Ketentuan Umum - Tentang Kami - Pedoman Media Siber