rakyat bekasi Ngerti'in Bekasi

Setahun Pimpin Kota Bekasi, Pepen-Tri Berjuang Lunasi Janji Kampanye

Senin, 23 September 2019 | 08:36 WIB

RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Genap sudah satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto pada Jum'at (20/09/2019). Secara umum dalam setahun ini, janji-janji politik yang dituangkan di 40 program unggulan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan visi misi untuk periode 5 tahun sudah dicicil realisasinya.

"Secara riel sudah berjalan sesuai rencana seperti; pembangunan 4 RS tipe D, pendirian 4 mal pelayanan publik, pembangunan berbasis IT ( smart city), transportasi terpadu ( transpatriot) dan tata kelola pemerintahan yang baik," jelas Pemerhati Kebijakan Publik Bekasi, Didit Susilo.

Meski beberapa program unggulan belum terealisasi maksimal karena kendala teknis dan administrasi, seperti pendidikan gratis 12 tahun karena pengelolaan SMA/SMK diambil alih provinsi, tapi tahun 2020 dipastikan sudah digratiskan.

Kemudian pemisahan PDAM Tirta Bhagasasi terkendala administrasi dengan Kabupaten Bekasi yang masih tarik ulur. Bantuan intensif RT/RW untuk tahun ini akan dibayarkan 5 bulan, karena realisasi anggaran APBD yang perlu perimbangan. Dalam pembahasan RAPBD 2020 rencananya akan dikembalikan sesuai semula dan jika memungkinkan dinaikkan.

"Dalam pengelolaan anggaran wajar saja jika ada rasionalisasi anggaran, apalagi program Kartu Bekasi Sehat (KS) untuk semua warga pastinya menyedot APBD. Terkait tunda bayar beberapa proyek infrastruktur kepada pihak rekanan juga masih bisa dipahami menunggu realisasi PAD tutup tahun anggaran. Persepsinya kepuasan publik yang masih signifikan meski ada beberapa kekurangan yang perlu terobosan," tegas Didit.

Dari segi realisasi anggaran memasuki triwulan 4 per 23 September terbilang ada trend positif. PAD sudah ada peningkatan hingga capaian 50% lebih, realisasi belanja APBD 2019 total Rp.2,9 triliun lebih (42,43%) terdiri belanja tidak langsung (BTL) Rp. 1,2 triliun lebih (45, 36%), belanja langsung /belanja publik (BL) Rp. 1,6 triliun lebih (40,53%).

"Dari data itu jelas masih wajar karena biasanya di triwulan 4 akan terus meningkat termasuk PAD yang trendnya akan meningkat jelang tutup tahun anggaran 2019," ujarnya.

Dijelaskan Didit, janji politik yang tertuang dalam RPJMD dan visi misi itu untuk 5 tahun. Jadi yang diperlukan mencicil program tersebut disesuaikan proyeksi anggaran dan kemampuan keuangan daerah. Sehingga punya capaian dan parameter yang jelas bukan hanya mencap gagal dari persepsi politik.

"Ya riel saja lihat saja hebatnya program KS,byang notabene negara saja dan kabupaten kota belum mampu (melaksanakan program seperti KS) meski memiliki APBD yang terbilang daerah kaya," pungkasnya. (tian)


Kategori : Bekasi,
Topik : Bekasi, Politik,
Editor : Sulistyo Adhi

© 2018 Rakyatbekasi.com. PT Jurnal Rakyat Media Grup. | Ketentuan Umum - Tentang Kami - Pedoman Media Siber