rakyat bekasi Ngerti'in Bekasi

GP Ansor Kota Bekasi Desak PPATK Periksa Rekening Komisioner KPU, Bawaslu hingga Panwascam

Minggu, 12 Mei 2019 | 15:21 WIB

RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Gerakan Pemuda Ansor Kota Bekasi mengakui pelaksanaan Pemilu 2019 berlangsung aman, jujur dan bersih. Hal ini ditandai dengan kondisi diberbagai daerah tidak terjadi konflik yang signifikan dan cenderung kondusif.

Kendati demikian, banyaknya suara sumbang yang melantunkan nada-nada miring tentang indikasi kecurangan yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu yang diduga tidak jujur dengan menerima suap dari berbagai kontestan pemilu.

"Kita mengakui bahwa pemilu kali ini merupakan ujian terberat bagi bangsa Indonesia. Banyaknya petugas yang meninggal hingga berbagai peristiwa terjadi. Tetapi bagi GP Ansor, hal itu tidak merepresentatifkan Pemilu 2019 gagal, sarat kecurangan dan merenggut demokrasi rakyat sebagaimana beredarnya opini negatif," ujar Ketua GP Ansor Kota Bekasi, Muhammad Joefry, Minggu (12/05/2019).

Dia mengulas bahwa banyaknya petugas yang meninggal tidak lantas dijadikan alasan untuk menyudutkan pihak lain seperti pemerintah dan penyelenggara pemilu. Menurut Joefry, tudingan tersebut hanya memperkeruh suasana dan membingungkan masyarakat.

"Jangan mengkambinghitamkan pihak lain atas peristiwa yang terjadi selama proses pemilu, ini tidak mendidik masyarakat," ulas Joefry.

Kendati begitu, GP Ansor mendukung langkah-langkah yang membuktikan bahwa pelaksanaan Pemilu 2019 ini berjalan jurdil dan bersih dari tindakan negatif, seperti pembuktian bersihnya penyelenggara pemilu dari indikasi suap.

"Saya yakin KPU dan Bawaslu bersih dari suap, untuk membuktikan itu mari kita dorong PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) untuk memeriksa seluruh rekening pribadi anggota KPU dan Bawaslu hingga tingkat kecamatan," tegas Joefry.

Pentingnya PPATK untuk memeriksa seluruh rekening Komisioner beserta staff-nya, kata Joefry, agar dapat membuka tabir gelap yang menyebut Komisioner KPU dan Bawaslu Kota Bekasi hingga PPK dan Panwascam se-Kota Bekasi diduga menerima uang dari sejumlah caleg.

Namun begitu, dirinya optimis tidak akan ditemukan kecurangan berupa masuknya aliran dana caleg atau kontestan pemilu, sekalipun PPATK memeriksa rekening pribadi penyelenggara pemilu di Kota Bekasi.

"Tidak perlu kita banyak berwacana, mari kita dorong seluruh penyelenggara pemilu untuk berjiwa besar diperiksa PPATK, ini untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa di Kota Bekasi pelaksanaan pemilu berlangsung jujur dan bersih," tambah Joefry.

"Tetapi jika terbukti ada pihak yang menerima suap, kita minta kepolisian dan kejaksaan untuk memproses pemberi dan penerima suap sebagaimana hukum yang berlaku," tutupnya. (tian) 


Kategori : Politik,
Topik : Bekasi, Politik,
Editor : Sulistyo Adhi

© 2018 Rakyatbekasi.com. PT Jurnal Rakyat Media Grup. | Ketentuan Umum - Tentang Kami - Pedoman Media Siber