rakyat bekasi Ngerti'in Bekasi

Pepen Akhiri Masa Jabatan dengan 82 Persen Kepuasan Publik

Senin, 12 Pebruari 2018 | 15:08 WIB

RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Walikota Bekasi, Rahmat Effendi akan mengakhiri masa Bhakti karena dijadwalkan akan ditetapkan menjadi calon walikota periode 2018-2023 per hari ini, Senin (12/02).

"Sebetulnya masa jabatan walikota akan berakhir per 10 Maret 2018, namun karena sudah masuk tahapan Pilkada, masa cutinya sekaligus berakhirnya masa bhakti sesuai Permendagri No. 74 tahun 2016 terkait pengajuan cuti diluar tanggungan negara," jelas Pemerhati Kebijakan dan Pelayan Publik Bekasi, Didit Susilo.

Dijelaskannya, 3 hari setelah penetapan calon oleh KPU Kota Bekasi, atau Rabu 15 Februari 2018, jabatan kepala daerah/ walikota harus diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt). Ketentuan Plt akan diisi oleh pejabat pimpinan tinggi Pratama dari Gubernur Jawa Barat atau Kementrian Dalam Negeri. "Sesuai perundang- undangan menjadi domain Gubernur Jabar dengan seijin Mendagri," papar Didit.

Menurutnya desk Pilkada Jabar sudah jauh hari mempersiapkan tujuh (7) pejabat Plt untuk mengisi kepala daerah yang maju Pilkada serentak di Jabar.

Dalam Pilkada serentak 2018 di Jawa Barat ini, tercatat ada 18 petahana kepala daerah dan wakilnya yang maju Pilkada, yakni; Bupati Tasikmalaya, Kuningan, Cirebon, Subang, Garut, Sumedang, Ciamis dan Purwakarta. Kemudian 3 orang Wakil Bupati yaitu Garut, Majalengka dan Ciamis.

Selanjutnya terdapat 5 orang walikota yaitu Kota Bekasi, Bogor, Banjar, Bandung dan Cirebon. Sementara itu ada 3 orang Wakil walikota yaitu Kota Bekasi, Sukabumi dan Bandung.

"Saya dengar Plt Walikota Bekasi akan diisi oleh salah satu Kepala Dinas dari provinsi Jabar," terangnya.

Terkait selama 5 tahun kepemimpinan Walikota Rahmat Effendi dan Wakil Walikota Ahmad Syaikhu, kepuasan publik sangat tinggi karena kepemimpinan keduanya dipersepsikan berhasil. "Jika disurvei pada kisaran 82 % publik terpuaskan," jelas Didit.

Sikap dan persepsi publik itu dipengaruhi beberapa faktor yaitu; 1. Kondisi Riel pembangunan secara umum berubah dratis dibandingkan periode sebelumnya dan dianggap mampu merubah wajah perkotaan. 2. Pola hubungan eksekutif (pemerintahan) dan legislatif (DPRD) dalam hal pengawasan pembangunan dan kontrol anggaran cukup baik. 3. Implementasi Visi Bekasi Maju, Sejahtera dan Ihsan, sebagian besar sudah terealisir secara masif, meski masih ada kekurangan di sejumlah bidang karena adanya kendala teknis.

"Rielnya sudah dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti pemerataan pembangunan, kesehatan gratis dan kesejahteraan secara umum," ulas Didit.

Menurutnya, saat ini persepsi publik tidak terbantahkan dan publik secara umum terpuaskan. Publik dengan kepuasan publik yang cukup tinggi, berpendapat bahwa Rahmat Effendi untuk meneruskan kepemimpinan untuk periode keduanya.

"Kebanyakan warga meminta untuk dituntaskan untuk lima tahun berikutnya,".

Kendati demikian, tentu saja juga masih banyak kekurangan dan ketidakpuasan, terlebih jika dilihat dari sudut pandang politis. Hingga kini masih banyak publik yang menginginkan solusi tercepat untuk menuntaskan berbagai permasalahan seperti; kemacetan, sampah perkotaan, penanggulangan banjir permukiman, dan masalah pengangguran karena minimnya penyediaan lapangan kerja. (tian)


Kategori : Politik,
Topik : Bekasi, Politik,
Editor : Sulistyo Adhi

twitter

© 2015 Rakyatbekasi.com. All Rights Reserved. | Info Iklan - Redaksi - Tentang rakyatbekasi.com