rakyat bekasi Ngerti'in Bekasi

Dinas Damkar Kota dan Kabupaten Bekasi Teken MoU Penanganan Kebakaran Wilayah Perbatasan

Rabu, 15 Nopember 2017 | 13:48 WIB

RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) tentang peningkatan kerjasama penanganan kebakaran di wilayah perbatasan kedua wilayah.

"Sebenarnya dulu sudah ada MoU, namun karena saat ini sudah berubah dinas makanya kita perbaharui. Harapannya penanganan kebakaran wilayah perbatasan semakin baik," ungkap Kepala Dinas Kebakaran Kota Bekasi Aceng Solahudin di lokasi penandatangan MoU, area Sumarecon Bekasi Utara (15/11).

Menurut Aceng saat ini jumlah kejadian kebakaran di Kota Bekasi cukup tinggi, hingga oktober 2017 terdapat 190 kasus dengan kerugian mencapai puluhan miliar rupiah dan korban jiwa satu orang. Tingginya angka kejadian kebakaran tersebut harus diimbangi dengan kerjasama penanganan kebakaran di wilayah perbatasan seperti Kabupaten Bekasi, DKI Jakarta, Kota Depok dan Kabupaten Bogor.

"Ini baru Kabupaten Bekasi, besok Bogor dan seterusnya. Intinya dengan kerjasama ini akan membantu penanganan kebakaran di wilayah perbatasan," terangnya.

Saat ini Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, kata Aceng, baru memiliki sentra penanganan kebakaran di tiga wilayah diantaranya; Kecamatan Medan Satria, Mustika Jaya dan Jatisampurna. Target tahun ini ada enam wilayah Kecamatan yang akan dibangun untuk posko pemadam Kebakaran.

"Kita baru punya 14 kendaraan dan sekitar 400 pegawai, dan ini masih sangat kurang karena pada RJPMD Kota Bekasi untuk tahun ini minimal memiliki 70 armada, " tambahnya.

Lebih lanjut Aceng membeberkan bahwa tahun ini pihaknya sedang membangun tiga posko pemadam kebakaran untuk wilayah Kecamatan Rawa Lumbu, Bekasi Timur dan Bekasi utara.

Targetnya setiap kecamatan di Kota Bekasi memiliki posko pemadam kebakaran. Dan untuk penambahan armada tahun 2017, akan dilengkapi dengan penambahan tiga armada baru berkapasitas 4.000-5000 liter dan juga penambahan jumlah personil.

"Harusnya 15 menit setelah kejadian tim Damkar sudah berada di lokasi, sehingga harus ada posko yang terdekat minimal di setiap Kecamatan," pungkasnya. (tian)


Kategori : Bekasi,
Topik : Bekasi,
Editor : Sulistyo Adhi

twitter

© 2015 Rakyatbekasi.com. All Rights Reserved. | Info Iklan - Redaksi - Tentang rakyatbekasi.com